265 Penjamah Makanan di Malra Dapat Edukasi Lewat Pelatihan Kemanan Siap Saji
@malukuexpose Agustus 14, 2026 0
Langgur, Malukuexpose.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra), melalui Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan Keamanan Siap Saji yang diselenggarakan di Hotel Aurelia Kimson, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 265 penjamah makanan dari berbagai sektor dibekali pengetahuan dan ketrampilan untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta kualitas pangan siap saji.
Dalam arahannya Bupati Malra Thaher Hanubun mengatakan, keamanan pangan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Pangan yang aman berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas masyarakat, yang pada akhirnya berkaitan dengan pembangunan daerah.
“Keamanan pangan merupakan investasi bagi pembangunan SDM. Masyarakat yang mengonsumsi pangan yang aman akan memiliki derajat kesehatan yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keamanan pangan perlu mendapat perhatian serius karena terdapat risiko kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.
Ia meminta penjamah pangan memperhatikan seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan tangan, air dan peralatan, kondisi tempat pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian.
Perhatian terhadap keamanan pangan juga berkaitan dengan potensi ekonomi Maluku Tenggara. Daerah tersebut memiliki kekayaan perikanan, hasil laut, pertanian, serta kuliner berbasis pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kei.
“Kekayaan tersebut harus kita kelola dengan baik sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Thaher, pangan yang aman, bermutu, dan higienis dapat mendukung daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka peluang investasi, sekaligus memperkuat sektor pariwisata.
Kuliner, lanjutnya, menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selain keindahan pantai, laut, dan kekayaan budaya Kei. Kualitas makanan yang disajikan karena itu ikut menentukan kesan pengunjung terhadap daerah.
“Apabila makanan yang disajikan aman, higienis, dan berkualitas, maka kepercayaan masyarakat maupun wisatawan akan semakin meningkat,” ujarnya.
Sebaliknya, kelalaian dalam pengelolaan makanan yang berujung pada keracunan dapat merugikan konsumen dan pelaku usaha serta memengaruhi citra daerah.
“Ketika menjaga kebersihan tempat usaha, sesungguhnya kita sedang menjaga nama baik Kabupaten Maluku Tenggara,” tegas Thaher.
Ia mengajak para penjamah pangan tidak memandang pekerjaannya semata-mata sebagai mata pencaharian, melainkan juga bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Peningkatan kompetensi penjamah pangan juga dinilai penting seiring pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Makanan dalam program tersebut dikonsumsi kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pengolahan dan penyajian pangan, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Setiap tahapan pengolahan makanan harus dilakukan secara higienis dan bertanggung jawab,” katanya.
Thaher mengingatkan sejumlah prinsip dasar yang perlu diterapkan, di antaranya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan, serta menjaga kebersihan peralatan dan tempat pengolahan.
Bahan pangan mentah juga perlu dipisahkan dari makanan siap saji untuk mencegah kontaminasi silang. Suhu penyimpanan harus sesuai ketentuan, sedangkan bahan pangan harus aman dan memiliki izin edar apabila dipersyaratkan.
“Saya berharap seluruh peserta pelatihan ini menjadi pelopor, penggerak, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam mewujudkan pangan yang aman,” harapnya.
Pengetahuan dari pelatihan tersebut juga diminta untuk diterapkan dan dibagikan kepada rekan kerja, keluarga, pelaku usaha, serta masyarakat.(M13E)
“Sebarkan ilmu yang Saudara peroleh, bangun budaya kerja yang bersih, dan terapkan higienis,” pungkasnya.
