30 Tahun Kudatuli, Watubun: Jangan Ada Lagi “Pengkhianatan” Terhadap “Demokrasi”

​Ambon, Malukuexpose.com — Peringatan tiga dekade peristiwa kelam 27 Juli 1996 (Kudatuli) di Kota Ambon menjadi momentum krusial bagi konsolidasi demokrasi di Maluku.

DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku menggelar mimbar refleksi di Pattimura Park, Senin (27/07/26). Dengan pesan tegas nilai-nilai kebebasan rakyat yang lahir dari darah perjuangan reformasi tidak boleh kembali dikhianati oleh kekuasaan.

​Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, menegaskan bahwa peristiwa pembredelan dan penyerangan paksa 30 tahun silam bukanlah sekadar catatan hitam sejarah partai, melainkan luka mendalam bagi perjalanan demokrasi seluruh bangsa Indonesia.

​”Peringatan ini bukan untuk memelihara dendam masa lalu, melainkan pengingat bagi negara dan kita semua. Di Republik ini, tidak boleh ada lagi pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi maupun pelanggaran hak asasi manusia,” ujar watubun.

​Dalam orasi politiknya yang penuh semangat, Watubun juga mengkritik tajam pergeseran pola intimidasi politik di era modern.

Menurutnya, jika dahulu kebebasan diamputasi melalui kekuatan fisik dan militeristik, saat ini ancaman demokrasi bergeser pada penggunaan instrumen informasi kotor.

Dirinya menekankan, bahwa PDI Perjuangan menolak keras praktik politik yang menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan semata.

Menolak segala bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi rakyat, Menolak penggunaan buzzer dan penyebaran isu-isu hoaks yang merusak nalar politik masyarakat, dan menolak kebijakan yang mengabaikan hak-hak mendasar rakyat.

Selain isu kebebasan sipil, Benhur juga menyerukan pentingnya penuntasan isu-isu kerakyatan di Maluku.

Dirinya menilai berbagai kebijakan pemerintah saat ini belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan, terutama terkait perlindungan dan pengakuan hak-hak masyarakat adat yang telah dijamin oleh UUD 1945.

Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G Watubun”

​Oleh karena itu, PDIP menetapkan posisinya sebagai partai penyeimbang yang mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan kritis solutif menentang setiap kebijakan yang bertolak belakang dengan kehendak rakyat.

​Peringatan yang turut dihadiri oleh Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, ini diakhiri dengan seruan untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan para senior partai.

​”Kita ada di hari ini karena ada orang-orang hebat di hari kemarin. Penghargaan tertinggi bagi para pejuang bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata dalam melanjutkan tugas-tugas kerakyatan,” pungkas Benhur. (M13E)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *