Ambon, Malukuexpose.com – Sekolah Dasar (SD) Kristen Kalam Kudus resmi memulai proses pendaftaran peserta Tes Kompetensi Minimum (TKM) hari ini.
Meski kebijakan TKM telah disosialisasikan kepada sekolah sejak tahun lalu, tahapan administratif baru dilakukan dengan mendata dan memasukkan nama siswa yang akan mengikuti tes tersebut.
Kepala SD Kristen Kalam Kudus, Sigit Armawan, menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak melakukan persiapan mendadak karena sistem pembelajaran di sekolah sudah berjalan terstruktur dan terjadwal dengan baik.
“Informasi terkait TKM sebenarnya sudah kami terima sejak tahun lalu. Hari ini baru masuk pada tahap pendaftaran dengan penginputan nama siswa. Untuk persiapan anak-anak, kami tetap mengikuti alur pembelajaran yang selama ini berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan sistem pembelajaran yang sudah tertata, sekolah tidak perlu melakukan perubahan signifikan. Namun demikian, penguatan-penguatan akademik tetap disiapkan menjelang pelaksanaan TKM.
“Penguatan khusus pasti ada. Kami juga menyiapkan buku pegangan bagi siswa, serta membuka peluang kerja sama dengan pihak penerbit seperti Erlangga maupun percetakan buku untuk mendukung proses belajar,” jelas Sigit.
Selain persiapan akademik, pihak sekolah juga menaruh perhatian besar pada sosialisasi kepada orang tua siswa. Menurutnya, pemahaman orang tua menjadi faktor penting agar pelaksanaan TKM dapat berjalan dengan baik.
“Orang tua perlu memahami apa itu TKM. Jangan sampai mereka belum mendapat penjelasan, sementara anak-anak sudah mulai diarahkan mengikuti prosesnya,” tegasnya.
Sigit juga menerangkan bahwa TKM memiliki perbedaan dengan sistem ujian akhir yang sebelumnya diterapkan. Jika pada tahun-tahun lalu ujian sepenuhnya dikelola oleh sekolah, bahkan sempat dilakukan melalui kerja sama antar-gugus, maka TKM memiliki pendekatan tersendiri.
“Walaupun berbeda, pelaksanaannya tetap kami kelola secara internal. Sekolah membentuk tim khusus yang bertanggung jawab menyusun soal dan mengatur seluruh mekanisme pelaksanaan TKM,” katanya.
Dalam mendukung kesiapan siswa, SD Kristen Kalam Kudus juga menyediakan jam belajar tambahan, khususnya untuk mata pelajaran Matematika. Program ini tidak hanya ditujukan untuk TKM, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan siswa yang dipersiapkan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Matematika mendapat perhatian khusus dengan penambahan jam. Sebagian siswa juga kami arahkan untuk OSN. Sementara untuk Bahasa Indonesia, penyesuaian dilakukan karena jam pelajarannya memang lebih banyak,” tutupnya.
Dengan perencanaan yang bertahap dan terukur, SD Kristen Kalam Kudus optimistis mampu mempersiapkan siswa menghadapi TKM secara optimal tanpa mengganggu proses pembelajaran reguler yang telah berjalan selama ini. (M13E)


Average Rating