BPPRD: Para Pengusaha Wajib Gunakan Alat perekaman “Lalai Denda 200%”

MALUKUEXPOSE.COM-Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon menegaskan Para pengusaha/badan usaha/ wajib pajak harus menggunakan alat perekaman yang sudah disalurkan karena kalau tidak digunakan dipastikan akan membayar denda sebesar 200 persen dari pokok pajak.

“Apabila wajib pajak yang telah mendapatkan alat perekaman data dia tidak menggunakan alatnya dengan baik atau sengaja memanipulasi alat itu atau secara sengaja tidak menggunakan , dia akan didenda 200 persen,” Hal
tersebut ditegaskan oleh Kepala BPPRD Kota Ambon, Rolex de Fretes, yang ditemui pada ruang kerjanya, hari ini, Rabu (15/02/23).

Katanya, dengan adanya alat perekaman yang diberikan pada Hotel, Restoran, Hiburan, dan parkiran, tentu dapat mempermudah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk memantau pergerakan pajak secara online. “Berguna untuk memantau secara online pergerakan transaksi yang diberlakukan oleh badan usaha atau wajib pajak tersebut,” bebernya.

Lanjut de Fretes, apanila kedapatan wajib pajak masih melanggar pemberlakuan denda 200 persen, maka akan dilanjutkan dengan sanksi sedang sampai dengan sanksi berat yang tentunya Pemkot dalam hal ini BPPRD tidak akan mentolelir tindak kecurangan tersebut.

“Kalaupun masih saja dilakukan kita membuat teguran sementara kalau teguran sementara dia tidak melaksanakan pelanggaran maka akan dikenai pencabutan ijin usaha
,” tegasnya.

Disinggung terkait dengan wajib pajak yang belum memiliki kotak alat perekam, dirinya mengungkapkan jenis sanksi yang sama tetap diberlakukan lantaran nota yang dipakai pada tempat usaha tersebut telah divalidasi.

“Sedangkan untuk wajib pajak yang belum dipasang alat perekaman data bill  telah divalidasi jika tidak divalidasi dianggap memungut pajak secara liar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penerapan sanksi ini sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 24 Tahun 2022, tentang “Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Daerah dengan Sistem Menghitung Pajak Sendiri”. Dan telah diterapkan sejak tahun lalu, di Bulan Oktober.

Dari data yang di terima tim media center, sebanyak 169 alat perekam telah disuplai ke Hotel, Restauran, Tempat Hiburan dan parkiran. Dengan kalkulasi alat yang dipakai, Portable Data Terminal (PDT) sebanyak 95 buah, Tapping Box hanya satu buah (1), Transaction Monitoring Device (TMD) 37 buah, dan Mobile Payment Online System (MPOS) 36 buah. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *