Cegah Tawuran dan Narkoba, Sahertian Dorong “Kolaborasi” dan Penguatan “Karakter Pelajar”
@malukuexpose Agustus 19, 2026 0
Ambon, Malukuexpose.com — Fenomena bentrokan antarpelajar yang kian marak hingga ancaman bahaya narkoba di lingkup pendidikan terutama di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berawal dari pergaulan dan rasa ingin mencoba kini menjadi alarm keras bagi masa depan generasi muda di Maluku.
Maraknya kenakalan remaja yang kerap berulang ini dinilai bukan lagi sekadar persoalan disiplin internal sekolah, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas sosial yang membutuhkan tindakan cepat, tegas, dan terintegrasi.
Menanggapi situasi krusial tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Maluku Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Ambon, Ari Sahertian, S.Sos., menegaskan bahwa penyelamatan mental dan moral pelajar tidak bisa dilakukan secara parsial.
Menurutnya, pemutusan rantai tawuran dan peredaran barang haram hanya dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta pembenahan karakter pelajar secara berkelanjutan.
”Pencegahan bentrokan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di lingkungan sekolah memerlukan pengawasan yang melampaui batas-batas fisik institusi pendidikan, ” Ujarnya.
Olehnya itu, dirinya mendorong Pihak sekolah untuk membangun komunikasi intensif dengan jajaran Kepolisian guna memantau pergerakan siswa, khususnya saat jam pulang sekolah di titik-titik lokasi yang rawan konflik.
Dan Dinas Pendidikan beserta jajaran sekolah, diharapkan bergandengan tangan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum untuk mengawasi serta membendung potensi masuknya narkoba ke lingkungan SMA di Kota Ambon dan Maluku secara menyeluruh.
”Meskipun sekolah menjadi wadah utama pendidikan formal, kendali terbesar atas perilaku dan perkembangan anak tetap berada pada lingkungan keluarga, ” Tuturnya.
Disisi lain juga, dirinya menyoroti pembinaan Orang tua ke anak dalam melepas kontrol setelah anak selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar, melainkan tetap memantau pergaulan dan aktivitas harian mereka saat berada di luar sekolah.
“Komunikasi yang terjalin erat antara orang tua dan para pendidik menjadi benteng penting untuk mengidentifikasi potensi perubahan perilaku siswa sedini mungkin, ” Cetusnya.
Dirinya juga menekankan, bahwa parameter keberhasilan dunia pendidikan tidak boleh hanya terpaku pada angka dan kecerdasan intelektual, tetapi juga pada kekuatan mental serta moralitas generasi penerus.
”Harapan kita ke depan adalah generasi yang pintar itu bukan saja kecerdasannya, tapi karakter dan mental itu juga menjadi konsekuensi dalam keberhasilan. Kita mengharapkan sungguh dengan rantai kebersamaan antara orang tua, guru, dan seluruh instansi yang terkait, maka generasi kita akan menjadi generasi yang lebih baik—generasi yang berkualitas sumber daya dan memiliki karakter serta mental yang baik,” tegas Aleg dapil Ambon.
Melalui komitmen bersama dan pendekatan terpadu dari seluruh elemen masyarakat, Kota Ambon dan Maluku diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, tangguh, serta berakhlak mulia. (M13E)
