Dari Namlea Menembus Panggung Proliga, Kisah Pius Janwarin Tak Pernah Menyerah

0
IMG-20260827-WA0011
Silahkan Bagikan :

Langgur, Malukuexpose.com – Setiap mimpi memiliki titik awal. Bagi Pius Andreas Stephanus Janwarin, mimpi itu lahir dari sebuah kampung di Namlea, Maluku, dari sebuah bola voli dan keinginan sederhana untuk menjadi pemain yang membanggakan daerahnya.

Kini, perjalanan itu telah membawanya jauh. Dari lapangan sekolah di Namlea, ia melangkah ke Ambon, kemudian Jakarta, memperkuat sejumlah klub, meraih gelar juara Livoli, tampil di Proliga hingga mengikuti seleksi Pelatnas.

Di tengah perjalanan panjang tersebut, ia juga mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pius lahir di Namlea pada 28 Januari 1974, putra pasangan Servasius Janwarin dan Petronela Welafubun. Sejak duduk di bangku SMP, olahraga voli telah mencuri perhatiannya.

Ia bermimpi memperkuat tim voli SMP Negeri Namlea. Namun, kesempatan itu belum datang. Namanya belum masuk dalam tim sekolah.
Alih-alih menyerah, Pius justru menjadikan kegagalan itu sebagai bahan bakar untuk terus berlatih.

Kesempatan Pertama di SMA Setelah lulus SMP, Pius melanjutkan pendidikan di SMA Pertiwi Namlea. Di sekolah inilah pintu yang selama ini dinantikannya mulai terbuka.

Seorang guru olahraga sekaligus guru IPS, yang biasa dipanggil Pak Rahanra, memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki minat terhadap voli untuk berlatih. Latihan dilakukan tidak hanya pada jam olahraga, tetapi juga pada waktu istirahat.
Pius memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Ketekunan itu mulai membuahkan hasil. Saat duduk di kelas satu SMA, ia dipercaya mewakili SMA Pertiwi Namlea dalam pertandingan voli tingkat Kecamatan Namlea.

Menjelang kenaikan kelas tiga, kepercayaan kembali diberikan kepadanya. Bersama rekan-rekannya, Pius memperkuat tim Kecamatan Namlea dalam kompetisi tingkat kabupaten.

Hasilnya membanggakan. Tim yang mereka bela berhasil meraih juara pertama.

Namun, bagi Pius, trofi tersebut bukanlah garis akhir. Justru dari sanalah perjalanan yang lebih besar dimulai.

Merantau Membawa Mimpi ke Ambon
Setelah menamatkan SMA, Pius memberanikan diri meninggalkan Namlea dan merantau ke Ambon.
Ia datang tanpa fasilitas mewah dan tanpa jaminan kesuksesan. Yang dibawanya hanya kemampuan, keberanian, kerja keras dan keyakinan bahwa mimpinya layak diperjuangkan.

Di Ambon, ia mulai mengikuti berbagai pertandingan antarklub. Ia kemudian bergabung dengan Klub Yarden di Ambon, Laha, di bawah pembinaan Pak Man.

Melihat kemampuan dan potensi yang dimilikinya, Pius mendapat kesempatan untuk berlatih dan bergabung dengan klub tanpa biaya.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan.
Hari demi hari ia berlatih. Turnamen demi turnamen dijalani. Setiap pertandingan menjadi ruang untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.
Perlahan, namanya mulai dikenal di lingkungan voli Maluku.

Hingga akhirnya, Pius dipercaya memperkuat tim voli Provinsi Maluku dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menjalani pemusatan latihan di Ambon sebelum kemudian mengikuti Pra-PON di Manado tahun 1992.
Di Manado, perjalanan kariernya kembali mengalami lompatan besar.

Dari Pra-PON Manado ke Jakarta
Penampilan Pius menarik perhatian pelatih Pelita Jaya Jakarta. Kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
Pada Oktober 1993, ia berangkat ke Jakarta.
Untuk pertama kalinya, anak Namlea itu meninggalkan tanah kelahirannya dan memasuki lingkungan olahraga dengan persaingan yang jauh lebih ketat.

Pius bergabung dengan Pelita Jaya selama kurang lebih enam bulan. Namun, perjalanan karier tidak selalu berjalan mulus. Ketika klub tersebut kemudian bubar, ia tidak berhenti.

Ia melanjutkan perjalanan bersama Popsivo.
Tidak lama kemudian, babak baru kembali hadir dalam kehidupannya. Pius mengikuti proses penerimaan anggota Polri dan berhasil menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Menjadi polisi ternyata tidak membuat kecintaannya terhadap voli berakhir.

Sebaliknya, ia menjalankan dua peran sekaligus: mengabdi sebagai anggota Polri dan tetap menjaga karier.(M13E)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *