Di Umur Ke – 448 Kota Ambon, Ini Pesan Ketum I DPRD 

Ambon,Malukuexpose.com – Menyongsong HUT Kota Ambon ke – 448 nantinya, DPRD Kota Ambon meminta keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam penanganan infrastruktur dan juga Jiwa dan Mental Masyarakatnya.

Hal ini dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Jafry Taihuttu di Gedung Wakil Rakyat Belakang Soya Kota Ambon, Selasa(05/09/23).

Selain infrastruktur yang di kedepankan, harus juga ada jiwa dan mental masyarakat kota Ambon yang harus dikedepankan. karena di Ambon sendiri tingkatkan penyebaran HIV/AIDS meningkat.

“Muncul penyakit sosial, dan oleh karena itu ke depan, jangan hanya fokus pada pembangunan kota ini dari sisi infrastruktur saja, tetapi juga jiwanya, jiwa/mental masyarakat di kota ini,” katanya

Lanjutnya, pola pikir Pemerintah hari ini sudah harus dalam kerangka berpikir seperti itu. Dan keseriusan itu ditunjukan lewat kerja-kerja DPRD Kota Ambon, dimana khusus komisi I akan bermitra secara baik dengan Pemkot untuk membangun jiwa/mental masyarakat bersama Dinas Kesehatan, Sosial, Disnaker dan Capil, agar dilakukan langkah-langkah pencegahan, mengingat sampai hari ini, sesuai data Dinkes, HIV/AIDS berdasarkan  jumlah, sangat 

Oleh karena itu, persoalan ini harus ada kebijakan bersama Pemerintah dengan DPRD, jadi tidak hanya sekedar bicara.

“Kita berharap kedepan, Ambon tidak hanya kebal dari sisi badannya, tetapi juga jiwanya. Dan Kota Ambon diusia 448 Tahun ini sudah sangat matang dalam hal menunjukan eksistensi diri sebagai ibu kota provinsi,” ujarnya

Dan karena itu, ada banyak problem yang muncul disana-sini. Untuk itu, DPRD akan selalu bersama Pemerintah Kota untuk bergerak maju, untuk mengatasi persoalan yang meresahkan.

Selain itu, pihaknya juga merasakan munculnya kaum miskin perkotaan dengan melihat berbagai masalah, seperti diantaranya masalah PKL yang menjadi problem.

“Belum lagi data pencari kerja yang kian membludak hingga 12 ribu. Tetapi kalau didata per Desa/Negeri  dan Kelurahan, maka grafik itu akan menanjak diangka 20 ribuan. Itu data primer Dianaker. Belum lagi kita diperhadapkan dengan moratorium PNS, dimana perekrutmen pegawai dibatasi. Dan itu adalah kebijakan Negara yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan Negara,”katanya

Dijelaskan, bahwa yang menjadi problem bagi pencari kerja di Kota Ambon, adalah soal asas kembali ke nol, atau perbanding angka pensiunan ditambah dengan pasing grate, itu menjadi kendala bagi kaum pencari kerja di Kota Ambon. Belum lagi hafus urban dari Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Ambon, ada Maluku Tengah dan lainnya yang diprediksi sekitar 3.000an yang masuk di Kota Ambon.

“Belum lagi provinsi lain yang ada di Kota Ambon, seperti diantaranya Papua, Sulawesi Tenggara dan lainnya yang akan muncul saat penerimaan pegawai, TNI-Polri dan lainnya. Dan itu tentu menjadi problem. Dan kedepan ini harus ada solusi. Ini  yang harus kita bangun ke depan, baik infrastruktur, jiwa dan minset, agar Ambon semakin kuat. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *