Guru PAUD KKT Dilatih Literasi Digital

MALUKUEXPOSE.COM-Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud dan Ristek) melalui Program Organisasi Penggerak (POP) konsorsium Yayasan Persekolahan Sekolah Bruder Pontianak, Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat, Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina dan Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik Merauke, mengelar pelatihan Literasi digital kepada para guru dan kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Wakil Uskup Amboina Wilayah KKT dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Pastor Jan Oratmangun, Pr, mengatakan, pelatihan kali saat ini sangat luar biasa, karena bisa dilakukan secara tatap muka di Saumlaki dan narasumber langsung turun dan melatih langsung para guru di Bumi Duan Lolat ini.

“Sebagai orang baru di Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina, saya coba untuk mencari tahu sekaligus berusaha memahami apa sesungguhnya tujuan dari POP yang diluncurkan oleh Kemendikburistek RI. Ternyata POP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidikan dan kependidikan dengan melibatkan ormas dan yayasan-yayasan pendidikan,”ungkapnya.

Pelatihan yang dipusatkan pada ruang lab komputer SMA Budi Mulia Saumlaki, 25 – 29 April ini, menurut Wakil Uskup, bahwa era 4.0, bahkan sekarang sudah masuk pada era indautri 5.0, menuntut dunia pendidikan dengan penekanan pada aspek berpikir kritis, kreativitas, komunikasi khususnya penggunaan IT dan kolaborasi, maka para guru khusus TK diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut. Sebagai guru TK, dituntut untuk mendesain pembelajaran yang menarik siswa antara lain melalui literasi digital.

“Saya menyadari bahwa para guru TK ini masih belum terampil dalam penggunaan media digital. OLeh karena itu, saya berharap lewat pelatihan dan pendampingan dari para Narasumber ini, para guru TK ini paling tidak dapat memperoleh pengetahuan dan sedikit ketrampilan penggunaan media digital dalam berliterasi sekaligus dapat mendesain strategi pembelajaran yang menarik lewat pendekatan literasi digital,” harapnya.

Sementara Koordinator Pelaksana Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Susi Herawati, mengatakan, narasumber yang dihadirkan yakni Dosen dari Sekolah Tinggi Komputer Purwerkerto Romo Cristi Mahendra.

 

Tujuan dari pelatihan ini agar para guru mampu memahami tentang literasi media, literasi digital dan literasi eco media. Dimana mereka mampu menerapkan literasi media didalam ruang kelas. Juga para guru mampu menyusun fortofolio digital dan pemetaan kurikulum, serta mampu berliterasi kritis, dapat menerapkan budaya popular dan produksi kreatif. Dan yang terakhir, para guru mampu mengintegrasikan ecologi dalam literasi media. (SP)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *