• Sat. Oct 23rd, 2021

Maluku Expose

Berita Terpercaya Maluku

Habisi Dua Nyawa di Seirah, MM Terancam Hukuman Mati

MALUKUEXPOSE.COM,SAUMLAKI- Gara-gara dendam  Marsel Matruti (MM),  (Pelaku)  melakukan tindak pidana  pembunuhan  terhadap Elias Saidekut (44) merupakan warga Desa Welutu, dan  Leonard Besitimur (57) (Korban) di Pantai Ngurangar, Pulau Seirah, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) teracam hukum mati.

Demikian disampaikan Kapolres KKT AKBP. Romi Agusriansyah, dalam keterangan persnya kepada media di kantornya, Kamis (14/10). Pasalnya, pelaku tindak pidana pembunuhan yang dilakukan Marsel Matruti (MM), pada Rabu (13/10) kemarin, sekitar pukul 08.00 WIT,  di Pantai Ngurangar, Pulau Seirah, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Agusriansyah menjelaskan, awal terjadi peristiwa  tindak pidana pembunuhan,  Pelaku bersama satu orang rekannya sedang duduk santai di pondok milik saksi yang merupakan TKP.  Guna melihat persiapan  membudidayakan rumput laut. Diaman ,  bersamaan datang kedua korban dengan maksud dan tujuan yang sama pula untuk melihat hasil rumput laut yang dibudidayakan.

“Setelah lihat korban datang sambil bawah senjata tajam jenis parang. Pelaku tiba-tiba rebut parang yang dipegang korban dan langsung menebas leher korban Elias Saidekut dua kali. Dimana menyusul pembunuhan kedua juga terhadap  Leonard Besitimu dengan dipotong mengenal lehel sehingga terjatuh,”ungkap Kapolres.

Kapolres menyatakan, setelah kedua Korban meninggal pelaku mencoba menutupi mayat korban dengan daun serta serbuk kayu disekitar TKP. Dimana  Pelaku juga menyempatkan untuk membersihkan senjata tajam yang dipakai habisi kedua korban, kemudian meninggalkan parang tersebut di pondok kebun milik pelaku.

Setelah itu, pelaku secara sadar menuju rumah salah satu anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Seirah guna menyerahkan dirinya. Akan tetapi karena anggota tersebut tidak berada dirumah tetapi  pelaku tetap menunggu didepan rumah petugas. Namun tanpa disadari salah satu teman pelaku mendatangi kantor Polsek Seirah dan melaporkan masalah tersebut dan anggota Polsek langsung bergerak melakukan penangkapan kepada pelaku.

“Motiv dugaan adalah masalah sengketa lahan di Urangar. Ada dendam lama dari pelaku kepada salah satu korban. Dari keterangan saksi dan pelaku, memang sudah selesai tetapi masih ada dendam. Sehingga ketika melihat korban datang, secara sadar dan sengaja lekukan penyerangan sehingga mengakibatkan orang meningal,” tandasnya.

Adapun pasal yang dikenakan pada pelaku yakni Pasal 340 dan 351 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati dan seumur hidup. Saksi yang sudah diperiksa pihaknya, sebanyak tiga orang, termasuk saksi kunci yang melihat langsung pembunuhan itu terjadi.

“Kalau dari keterangan saksi kunci, tidak ada adu mulut sebelum kejadian naas itu. Korban langsung di serang dan dibacok,” tegasnya

Ditambahkan, petugas mengevakuasi pelaku dari Seirah ke Saumlaki, dan  terjadi pengrusakan terhadap rumah pelaku. Namun berhasil direlai petugas Polsek. (**)

Silahkan Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *