Hehamahu Minta Sampah Istimewa di Buang ke TPA

MALUKUEXPOSE.COM- Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon meminta warga Kota Ambon untuk membuang sampah material (Istimewa) seperti Pecahan Gedung dan Potogan pohon ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Hal ini diminta Edo Hehamahu karena, saat lakukan pembersihan sampah rumah tangga di TPS oleh petugas, selalu kedapatan sampah istimewa yang selalu menumpuk pada TPS.

“Masyarakat memang banyak belum tahu soal kategori sampah istimewa dan tidak ini. Maka kita akan galakkan sosialisasi kedepan,” terang Hehamahua kepada awak media di Balaikota Ambon, Kamis (21/07).

Kalau sesuai Perda Kota Ambon nomor 11 tahun 2015 tentang pengelolaan sampah.  Lanjutnya, sampah istimewa ini seharusnya masyarakat langsung membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan pengangkutan tersendiri.

Karena kalau mengangkut sampah istimewa pastinya akan membutuhkan kerja ekstra oleh petugas dan pasti berdampak pada anggaran juga.

“Kalau kita yang angkut maka harus masuk retribusi sampah istimewa. Memang masyarakat juga tidak anggarkan karena tidak tahu. Kalau tidak yah pekerja sampah kami tidak angkut. Mereka baca aturan mungkin yah, sehingga sampah rumah tangga mereka angkut tuntas,” ujarnya

Sehingga diharapakan, ada kerja sama antara masyarakat dan penerintah terkait dengan permasalahan sampah material yang dibuang ke TPS.

Dan dirinyapun meminta, Lurah, Raja/Kades dan RT/RW serta dinas bertanggungjawab ingatkan. Meski dengan armada yang terbatas, namun jadi tugas dinas untuk tidak tutup mata, selesaikan satu persatu.

Oleh karena itu, “selalu dipertegas untuk  lakukan sosialisai terkait dengan masalah ini yabg sudah tercantum dalam peraturan daerah 11 tahun 2015,” tandasnya (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *