Ambon, Malukuexpose.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan jaminan ketenangan bagi masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok.
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyatakan bahwa stok pangan di wilayahnya saat ini dalam kondisi aman, bahkan mencukupi untuk kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
Kepastian ini disampaikan Wattimena setelah melakukan koordinasi intensif dengan Bulog serta berbagai pihak terkait untuk memantau rantai pasok komoditi utama di Kota Manise tersebut.
Selain itu juga, guna memastikan data di lapangan sesuai dengan laporan, Wali Kota telah menginstruksikan Wakil Wali Kota Ambon, Sekretaris Kota (Sekkot), serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memperketat pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak).
”Saya sudah minta Ibu Wakil Wali Kota, Pak Sekkot, dan tim Inflasi untuk melakukan sidak ke distributor-distributor dan pasar. Tujuannya satu: memastikan ketersediaan stok benar-benar terjamin bagi masyarakat,” ujar Wattimena, Kamis (12/02/26).
Meski stok saat ini melimpah, dirinya mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar luar daerah.
“Kita harus hati-hati karena permintaan bisa masuk dari mana-mana. Jangan sampai stok yang seharusnya untuk warga Ambon dialihkan ke tempat lain sehingga memicu kelangkaan,” tambahnya.
Selain masalah stok, Dirinya juga menyoroti faktor non-teknis yang seringkali menjadi biang kerok kenaikan harga yang tidak wajar.
Dirinya menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan ragu melakukan intervensi jika harga di pasar sudah tidak normal.
Secara khusus, hal ini memberikan peringatan keras terhadap praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang menyasar para pedagang.
Menurutnya, pungli adalah variabel berbahaya yang memaksa pedagang menaikkan harga demi menutupi biaya ilegal tersebut.
”Saya sudah berbicara dengan Pak Sekda, kita harus berantas! Tidak boleh ada pihak yang merasa berkuasa atas ekonomi Kota Ambon dengan cara-cara premanisme. Pemerintah bekerja serius agar kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran terpenuhi dengan baik,” tegasnya Wattimena.
Walaupun menghormati mekanisme pasar bebas, Pemkot Ambon tetap menyiagakan langkah-langkah stabilisasi harga.
Jika ditemukan adanya permainan harga, pemerintah akan segera turun tangan guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah momentum hari raya. (M13E)


Average Rating