Kadishub Minta Pihak SPBU Tiadakan Pembatasan Waktu Pengisian BBM Pada Angkot dan Truk

MALUKUEXPOSE.COM- Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette meminta pihak SPBU di Kota Ambon untuk tiadakan pemberlakukan Pembatasan pengisian Bahan bakar Minyak (BBM) Bersubsidi dan Pengaturan waktu pengisian pada Angkutan Kota (Angkot) maupun truk.

Kenapa sampai harus diminta seperti ini,” karena, dengan danya pemberlakukan pembatasan ini menimbulkan dampak seperti antrean dan juga akan menimbulkan kemacetan,” katanya di Balai Kota Ambon, Kamis (02/02).

Lanjutnya, kalau dilihat dengan adanya peraturan ini sering terjadi penumpukan pada semua SPBU di Kota Ambon,” dan ini pastinya akan sangat merugikan pengguna jalan yang lainya baik itu jalan kaki maupun berkendara,” ujarnya.

Mestinya, Pertamina atau pihak SPBU itu, tidak boleh membatasi jam-jam pengisian BBM bagi Angkutan Umum, karena kalau mereka mengatur jamnya, maka akan terjadi penumpukan pada saat jam pengisian,”ujarnya.

Sehingga, persoalan ini juga harus dilihat dari berbagai sisi oleh pihak Pertamina atau dalam hal ini SPBU, terhadap dampak yang ditimbulkan dari pemberlakuan itu.

Dia meminta, ada kebijakan lain yang menguntungkan semua pihak, seperti, buka saja sesuai jaam operasi SPBU itu sendiri, dimana Angkutan Umum maupun truk, dapat melakukan pengisian, sesuai jam operasinya SPBU tersebut.

Karena mengingat, ruang antrian yang disiapkan SPBU, juga tidak mencukupi dengan jumlah kendaraan yang melakukan pengisian. Akibatnya, antrian akan terjadi hingga ke bahu-bahu jalan yang mengakibatakn kemacetan pada area-area tersebut.

“Jadi kembali pada managemen pertamina dan SPBU itu sendiri dalam mengatur jam pengisian BBM, yang paling penting, tidak merugikan pihak lain,”jelasnya. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *