Kasus Yang “Tak Bermoral” , Semoga Jadi Pelajaran Untuk Generasi Muda

Ambon,Malukuexpose.com Guna menyikapi kasus penganiayaan remaja Ponogoro Atas 18 tahun hingga tewas oleh Anak Ketua DPRD Kota Ambon.

Menurut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gunawan Mochtar bahwa, tindakan yang dilakukan oleh Abdi Toisuta dalam penganiayaan dikarenakan sangatlah tidak bermoral, dan perlu dikecam dan menjadi pelajaran.

Diakuinya “saling menyapa itu perlu, akan tetapi tuntut homat itu tidak Perlu,” kutipnya

“Hanya karena masuk lorong kompleks atau gang tidak menyapa saja kok dipukul. Bagi saya ini tidak patut untuk ditiru,” ungkap Gunawan kepada Wartawan di Ambon, Selasa (02/08/23).

Lanjutnya, dari kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua warga khususnya para pemuda di Kota Ambon, jangan suka melakukan hal yang tidak baik hanya karena ingin dihormati sebagai abang-abang seperti kejadian yang dilakukan anak Ketua DPRD Kota Ambon. “Kalau ada abang-abang atau preman yang tahan dijalan itu tidak usah hiraukan, anggap saja mereka itu patung,”.

Hal ini, menurutnya, bukan seperti pada jaman dahulu yang harus  mengingat di tahun-tahun sebelum kerusuhan 1999, memang anak-anak Ambon pada saat itu di didik untuk menghargai orang yang lebih tua dengan cara menyapa.

Namun, harus dipahami bahwa situasi dan kondisi yang dialami itu bisa membuat seseorang tidak menghiraukan orang lain, atau lupa memberi sapaan.

“Orang yang sementara bawa motor ini kan kadang buru-buru, disamping itu mungkin juga ada banyak pikiran sehingga tidak sempat untuk menyapa orang. Apa lagi keterangan yang diberitakan itu kan korban ini mau mengembalikan jaket, dengan kondisi hujan pasti dia buru-buru. Nah hal ini perlu dimengerti dan dipahami bahkan saya sendiripun kalau sedang pusing, siapapun tidak saya hiraukan dan mungkin semua orang seperti itu,” katanya.

Terkait tindakan pemukulan, ia menegaskan bahwa memukul belakang kepala seseorang itu sangatlah berbahaya. Bahkan seorang petinju pun ketiga bertarung dilarang memukul lawan dari belakang kepala karena bisa terjadi geger otak hingga menyebabkan kematian.

“Kalau kita lihat videonya serta beritanya kan jelas korban dipukul dari belakang kepala. Sekalipun pakai helem tapi kita tidak tahu kondisi fisik seseorang itu kuat atau lemah jadi jangan coba-coba melakukan hal tersebut,” ucapnya.

Harapanya, semoga kejadian  seperti ini tidak terulang lagi, karena dapat membahayakan nyawa seseorang.

“Terkait kasus ini, bagi saya proses hukum harus berjalan dengan sebaik-baiknya tanpa pandang bulu,” tegasnya. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *