Ambon, Malukuexpose.com – PT Pertamina (Persero) memastikan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Kota Ambon dan Maluku secara keseluruhan dalam kondisi aman dan terkendali.
Hal ini ditegaskan menyusul fenomena tiga hari lalu terjadi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang dipicu oleh isu kelangkaan stok dan rencana kenaikan harga.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Bode Wane Mailuhu, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kunjungan kerja ke pihak Pertamina pada, Rabu (01/04/26).
Bahwa fenomena kemarin yang terjadi murni disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat yang berlebihan atau panic buying.
”Penjelasan Pertamina tadi bahwa kekurangan stok itu hanya karena isu-isu yang berkembang terkait stok terbatas dan kenaikan harga, sehingga masyarakat panik dan berbondong-bondong mencari bahan bakar,” ujar Bode Wane Mailuhu.
Mailuhu menjelaskan, depot Pertamina Wayame merupakan jantung distribusi yang menyuplai 20 depot di wilayah Maluku dan Papua.
Jika terjadi krisis stok, operasional di dua wilayah besar ini dipastikan akan lumpuh. Namun, sampai saat ini stok BBM Subdisi dipastikan sangat mencukupi dan aman.
Selain faktor panik, “jadi kemarin itu lonjakan penggunaan BBM di kota Ambon dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat saat rangkaian acara keagamaan (Sidi), ” Jelasnya Mailuhu.
Diketahui, saat ini Maluku mendapatkan kompensasi berupa tambahan kuota BBM subsidi sebesar 60% untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Dan keluhan masyarakat mengenai SPBU yang tutup pada hari Minggu, pihak Pertamina menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari lonjakan konsumsi yang ekstrem pada hari Sabtu.
Penutupan sementara dilakukan untuk proses pengisian ulang (refill) tangki penyimpanan di SPBU agar distribusi kembali stabil.
Selain itu, terkait adanya pembatasan pengisian di beberapa Pertashop sebelumnya, Mailuhu menjelaskan bahwa hal itu merupakan strategi lapangan agar distribusi BBM merata ke seluruh lapisan masyarakat dan mencegah aksi penimbunan.
Hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan tidak ditemukan adanya praktik penimbunan BBM subsidi.
Pihak Pertamina juga telah memperpanjang jam operasional untuk memastikan seluruh permintaan warga terlayani.
”Hari ini kondisi SPBU di Kota Ambon sudah aman. Tidak ada lagi pembatasan pengisian BBM subsidi karena distribusi sudah kembali normal,” tutup politisi NasDem tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas sumbernya, mengingat Pertamina telah menjamin ketersediaan energi untuk wilayah Maluku dan sekitarnya. (M13E)


Average Rating