Ambon, Malukuexpose.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku resmi memasuki babak baru. Lewat agenda Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) yang digelar di Yuzu Ballroom, Hotel Zest, Jumat (10/07/26).
Partai yang identik dengan jargon anak muda ini unjuk gigi memperlihatkan mesin politik yang jauh lebih matang dan siap merangsek hingga ke tingkat akar rumput (grassroot).
Langkah agresif ini sekaligus menjawab dinamika pergantian pucuk pimpinan DPW PSI Maluku yang kini dinakhodai oleh Ricky Jauwerissa.
Perubahan komando di tingkat wilayah terbukti langsung memberikan dampak instan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Bidang Pendidikan Nasional, Danik Eka Rahmaningtiyas, membeberkan bahwa di bawah kepemimpinan yang baru, PSI Maluku sukses meluncurkan manuver politik yang memikat tokoh-tokoh potensial daerah, termasuk mantan kepala daerah.
Saat ini, tercatat sudah ada sembilan tokoh berpengaruh dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku yang resmi mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI.
”Kalau komandannya tidak kuat dan tidak mampu membangun komunikasi dengan baik, tentu akan sulit menarik tokoh-tokoh potensial. Kehadiran ketua wilayah yang baru ini justru mempermudah perkembangan PSI, khususnya di Maluku,” ujar Danik tegas.
Danik juga menepis isu adanya keretakan internal akibat pergantian ketua wilayah. Menurutnya, perombakan posisi ketua adalah bagian dari evaluasi organisasi yang lumrah dan justru menjadi suntikan energi baru (nafas segar) demi mempercepat pertumbuhan partai di Timur Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Maluku yang baru, Ricky Jauwerissa, langsung menegaskan arah kebijakan strategisnya yang ingin mendobrak stigma lama bahwa PSI adalah eksklusif untuk anak muda saja.
Di bawah arahannya, PSI Maluku bertransformasi menjadi partai yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Mau tua atau muda silakan, jangan menganggap PSI ini partai anak muda. Kami juga membutuhkan bimbingan dari para senior,” kata Jauwerissa.
Strategi merangkul lintas generasi ini dinilai krusial untuk memuluskan target besar partai di masa depan. Tidak main-main, PSI Maluku membidik target besar pada Pemilu 2029 mendatang.
Dirinya menegaskan, akan mengamankan kursi legislatif di seluruh (11) kabupaten/Kota dan sekaligus membentuk Farisi utuh tiap tingkatkan Parlemen daerah.
“Di balik optimisme tersebut, PSI Maluku kini berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan verifikasi Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) dalam tenggat waktu satu bulan yang diberikan oleh DPP, ” Tegasnya.
Jauwerissa juga meluruskan, spekulasi publik yang mengira keterlambatan verifikasi disebabkan oleh adanya pengurus yang mundur pasca-pergantian ketua.
Kendala utama sebenarnya murni bersifat administratif akibat perubahan identitas visual partai, yaitu migrasi dari logo mawar ke logo gajah.
Proses transisi ini berdampak pada perombakan dokumen legalitas partai yang dimana penggunaan sistem administrasi internal PSI yang ketat (menyerupai sistem Sipol KPU) mengharuskan seluruh Surat Keputusan (SK) kepengurusan disesuaikan ulang secara digital dan menyertakan logo gajah yang baru.

”Ini murni karena perubahan logo sehingga membutuhkan waktu untuk administratif. Jadi bukan berarti ada pengurus yang keluar atau menarik diri karena pergantian Ketua Wilayah,” pungkasnya.
Dengan konsolidasi yang solid, masuknya tokoh-tokoh kunci, dan reposisi identitas baru, PSI Maluku mengirimkan sinyal jelas kepada para pesaing politiknya dan mereka siap bertarung habis-habisan menuju tataran elite politik Maluku pada 2029. (M13E)


Average Rating