Ambon, Malukuexpose.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tengah serius mematangkan dokumen Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2025–2045.
Dokumen ini diproyeksikan menjadi fondasi utama sekaligus arah kebijakan pembangunan Kota Ambon untuk dua dekade mendatang.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka kegiatan Konsultasi Publik (KP) 2 Revisi RTRW Kota Ambon di Hotel Kamari, Jumat (13/02/26).
Dalam sambutannya, Wattimena menekankan bahwa RTRW memiliki peran vital yang melampaui sekadar urusan administratif.
Karena RTRW merupakan instrumen strategis yang akan menentukan wajah Ambon di masa depan.
Revisi ini menjadi momentum untuk menyelaraskan kembali kepentingan kota dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Revisi RTRW harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk melihat kembali kepentingan kota. Ini bukan kepentingan pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi kepentingan seluruh masyarakat Kota Ambon,” tegas Wali Kota Ambon.
Dirinya menjelaskan, bahwa tanpa tata ruang yang jelas, pembangunan akan kehilangan arah. Saat ini, Ambon menghadapi tantangan kompleks seperti keterbatasan lahan, kondisi topografi yang ekstrem, hingga ancaman bencana alam.
Penyusunan RTRW 2025–2045 ini juga berfungsi sebagai pedoman pengendalian pembangunan dan perlindungan lingkungan.
Selain itu, dokumen ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha dan masyarakat luas.
“Tugas kita hari ini adalah menata kembali ruang yang ada agar pembangunan ke depan memenuhi prinsip keberlanjutan dan menjawab berbagai hambatan dalam pelayanan publik,” ujar Wattimena.
Lanjutnya, kegiatan konsultasi publik ini menjadi wadah bagi pemerintah untuk menyerap masukan dari berbagai elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Kehadiran Pieter Berhitu bersama tim ahli dalam forum tersebut turut memperkuat sinergi dalam penyempurnaan substansi dokumen.
Dengan posisi strategis Ambon sebagai pusat kegiatan di Provinsi Maluku, diharapkam dokumen mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pelestarian lingkungan yang terjaga.
“Kita berharap lahir gagasan konstruktif agar RTRW mampu menjamin Ambon menjadi kota yang maju, aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (M13E)


Average Rating