Ambon,Malukuexpose.com-Komisi VI tentang Anggaran, Pdt. H. Y. Rehy menegaskan, segala urusan keuangan gereja harus dikelola dengan kesadaran spiritual, dan rasa tanggung jawab iman.
“Uang bukan segala-galanya. Namun karena ini adalah kasih dari Allah, maka harus dikelola dengan benar dan dengan takut akan Tuhan, supaya tanggung jawab bergereja kita semakin baik,” tegas Rehy, usai Pleno Komisi Anggaran, di Gereja Maranatha, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, anggaran gereja bukan sekadar persoalan teknis, tetapi merupakan mekanisme yang disusun untuk memfasilitasi seluruh aktivitas pelayanan dan misi gereja.
“Secara prinsip, anggaran ini adalah mekanisme yang gereja dudukkan, untuk memfasilitasi aktivitas dalam mencapai dan melaksanakan misi pelayanan gereja,” ujar Rehy.
Ia menjelaskan, seluruh regulasi dalam sistem pengelolaan keuangan gereja telah diatur secara jelas. Dalam pembahasan anggaran tersebut, seluruh proses berjalan baik, meskipun terdapat beberapa penekanan khusus yang menjadi perhatian bersama.
“Beberapa hal yang ditekankan, misalnya yayasan yang dibentuk oleh GPM harus mandiri. Lalu, pengelolaan rumah sakit GPM juga perlu diaudit, agar pembinaan dan tata kelolanya bisa lebih baik ke depan,” tegas dia.
Selain itu, Rehy juga menyoroti tentang pentingnya pengelolaan aset GPM secara profesional dan fungsional, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi gereja.
“Aset gereja harus dikelola secara profesional, agar dapat mendatangkan benefit bagi pelayanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai penyesuaian teknis dalam perhitungan dan penyajian anggaran juga dilakukan, agar lebih akurat dan transparan.(M11E)


Average Rating