Peserta Seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota Lapor Timsel Zona 1 dan 2 ke Ambudsman RI Maluku

Malukuexpose.com – 13 peserta seleksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota Provinsi Maluku periode 2023-2028 yang tidak lolos dan dirugikan melaporkan Tim Seleksi (Timsel) zona 1 dan 2 ke Ambudsman RI perwakilan Maluku, Kamis (20/07/23).

Dalam pantauan media malukuexpose.com. Sekitar pukul 12.00 WIT, ada enam peserta seleksi yang tidak lolos mewakili peserta lainnya, datangi kantor Ombudsman Maluku, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon untuk menyampaikan laporan keberatan kepada Kepala Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) Ombudsman RI Perwakilan Maluku Harun Waelissa.

Adapun ke -Enam peserta yang hadir semuanya dari zona II, Johan Karams peserta asal Kabupaten Aru, Triko Notanubun Maluku Tenggara, Paulinus Refra Maluku Tenggara, Marthen Luther Dumgair Aru Vio Barends Aru dan Meky Somnaikubun Aru.

Sementara peserta lainnya yang minta diwakili sesuai surat kuasa laporan Ombudsman, adalah Trikoliwa Notanubun Maluku Tenggara, Muhammad Jen Latuconsina Kota Ambon, Oktovianus Fredy Tehusijarana, Seram Bagian Barat, Umar Alkatiri Buru Selatan, Suparjo Rustam Rumakamar Seram Bagian Timur, Herman Rido Betaubun Kota Tual dan Husen Pune Buru Selatan.

Diketahui, seleksi Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota di Maluku sudah masuk tahapan tes kesehatan dan wawancara.Namun, peserta yang dinyatakan tidak lolos menuding ada dugaan kecurangan yang dilakukan Timse Seleksi (Timsel) Zona 1 dan 2.

Menurut Johan usai penyerahan laporan ke Ombudsman mengatakan, perwakilan peserta seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten /kota Provinsi Maluku asal Aru dan sejumlah peserta lainnya dari beberapa daerah yang dinyatakan tidak lulus untuk zona I dan II, merasa ketidakpuasan dan kecurigaan tidak adanya transparansi Timsel dalam penilaian hasil peserta.

“Kami bersama beberapa teman yang dinyatakan tidak lolos menilai tidak adanya transparansi dari Timsel zona 1 dan 2,” ujar Johan.

Memurutnya, alasan keberatan sehingga terjadi pelaporan dikarenakan, pelaksanaan penjaringan dan penyaringan calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Zona 1 (satu) dan Zona 2 (dua) Provinsi Maluku diduga bertentangan dengan prinsip kemandirian, profesionalitas dan keterbukaan yang diatur lebih lanjut dalam kewajiban dan kode etik Tim Seleksi sebagaimana diatur dalam huruf f dan g.

Kemudian keputusan Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor : 201/HK.01.00/K1/06/2023 tentang Perubahan Keputusan Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor : 173/KP.01/K1/05/2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Anggota Bawaslu/ Panwaslih Kabupaten/Kota Masa Jabatan 2023 – 2028 di 11 Kabupaten / Kota Masa Jabatan 2023 – 2028.

Bahwa pengelolaan hasil seleksi Tertulis dan Psikotes berbasis CAT, yang kemudian diumumkan sebagai objek keberatan diatas diduga kuat penuh rekayasa nilai (mal-administrasi) dan intervensi serta tidak transparannya hasil CAT Psikotes yang tidak menampilkan nilai hasil tes pada layar monitor usai mengerjakan tes.

“Berdasarkan apa yang di sampaikan diatas, Timsel Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Zona I dan Zona II diduga telah melanggar nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NKRI1945,Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, terkait dengan prinsip kemandirian, keadilan, profesionalitas, dan keterbukaan serta Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Anggota Bawaslu Provinsi di 11 (sebelas) Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Dikatakannya, alasan laporan keberatan diajukan agar termohon berdasarkan keberatan meminta kepada pemohon menyampaikan permohonan kepada termohon dengan menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada para Pemohon, Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Provinsi Maluku , Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku.

Permohonan klarifikasi kepada para pihak sebagaimana dimaksud mencakup penyampaian tentang data/dokumen nilai riil hasil seleksi seluruh peserta seleksi tulis CAT pengetahuan umum (PG da Essay), data/dokumen hasil CAT Psikotes dari seluruh peserta seleksi anggota Bawaslu Kabupaten/Kota

Se-Provinsi Maluku khususnya untuk Zona I dan Zona II hasil pengolahan yang dikirim oleh Tim BKN, Tim Psikotes Mabes Polri kepada Bawaslu RI yang kemudian akan diturunkan kepada Timsel Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Maluku.

“Meminta kepada termohon untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan serta data/dokumen, rekapitulasi dan perhitungan yang mendasari ditetapkannya pengumuman hasil seleksi tulis CAT dan Psiko sebagaimana obyek keberatan. Kepada seluruh pihak terkait untuk dapat mendengar secara langsung, menilai dan menganalisa dan mengkonfrontir data penjelasan dan klarifikasi yang disampaikan Timsel. Semoga dengan laporan ini mendapat respon dari pihak Ombudsman,” bebernya.

Adapun timsel yang dilaporkan terdiri dari, Tim Seleksi Calon

Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota a.n :

Zona I :

1. Novi Soleman Rupilu, S.Pd., CRMO (Ketua)

2. Dr. Farida Ariyani Henhanussa (Sekretaris)

3. Pdt. Rishard Etwin Resley, M.Th (Anggota)

4. Bahri Souwakil, SH.,MH (Anggota)

5. Dr.Djufri Rays Pattilow (Anggota)

Zona II :

1. Marchelino Palijama.,S.H.,M.Si (Ketua)

2. Gadri Ramadhan Attamimi, S.Pi.,MSi (Sekretaris)

3. Abdul Aziz.,SH (Anggota)

4. Dr.lwan Rumalean, S.Pd., M.Pd (Anggota)

5. La Rudiani, ST (Anggota). (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *