Ambon, Malukuexpose.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon secara aktif menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan terbaru diselenggarakan di SMP Negeri 12 Ambon, Halong Atas, pada Senin, (11/11/25)
Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman.
“Kami datang bukan hanya untuk memberi informasi, tetapi mengajak kita semua memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dari kekerasan,” kata Lisa Wattimena.
Ia menggarisbawahi tiga pilar utama yang penting dalam membangun karakter anak dan mencegah kekerasan, yaitu: Komunikasi yang terbuka, Empati, Keteladanan. Hal ini ditekankan penting demi mewujudkan Generasi Emas Kota Ambon yang berkualitas.
Wattimena juga menekankan, peran vital guru dalam mencapai tujuan ini, karena sekolah dianggap sebagai “rumah kedua” bagi siswa.
“Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak. Karena itu, guru perlu berperan sebagai figur orang tua di lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Sementara, Kepala SMP Negeri 12 Ambon, Sarah Warella, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih atas kunjungan TP-PKK.
Menurutnya, kunjungan tersebut adalah kehormatan dan momen kebahagiaan karena memiliki makna penting dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Ia juga menilai bahwa program TP-PKK sangat krusial dalam pembangunan masyarakat. Sepuluh Program Pokok PKK yang mencakup pendidikan, kesehatan, pangan, dan kesejahteraan keluarga dinilai sejalan dengan visi sekolah dalam mendidik generasi muda agar menjadi aset bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan terjalin kerja sama yang lebih baik dalam mendukung program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sekolah,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, menambah wawasan, dan memotivasi para guru serta siswa untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan. (M13E)




Average Rating