Ambon, Malukuexpose.com – Teka-teki siapa yang akan menduduki kursi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon memasukkan babak akhir.
Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat dan transparan, tiga nama besar kini berada di atas meja Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Wali Kota Bodewin menegaskan bahwa proses pemilihan Sekkot bukanlah sebuah kontestasi politik, melainkan ujian kapasitas untuk mencari sosok dengan kemampuan manajerial mumpuni.
“Tadi kan kita bilang bahwa kami tidak melakukan uji publik karena ini bukan kontestasi politik yang pilihannya ditentukan oleh publik. Mekanismenya jelas, prosesnya mulai dari pansel asesor sampai dengan dipilih oleh pejabat pembina kepegawaian,” ujar Bodewin kepada awak media, Senin (15/06/26).
Wali Kota menjelaskan, meski bukan pemilihan langsung, pihaknya sengaja membuka ruang “bacarita” atau dialog.
Tujuannya bukan untuk mencari popularitas, melainkan agar masyarakat bisa melihat langsung cara pandang dan kemampuan analisa para calon saat menjawab tantangan sebagai calon Sekretaris Daerah.
Tiga kandidat yang kini tengah dalam radar penilaian akhir adalah:
Apries Gaspersz (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan/DLHP)
Robby Sapulette (Penjabat Sekretaris Kota)
Steven Dominggus (Kepala Badan Kepegawaian Daerah/BKD)
Menurutnya, ketiganya merupakan putra-putra terbaik yang memiliki kemampuan luar biasa. Hal ini membuat proses seleksi menjadi sangat kompetitif.
“Artinya bahwa kita tidak salah dalam proses ini. Nanti pada waktunya akan dipilih satu. Siapapun yang terpilih itu yang terbaik, tapi cuma satu orang saja yang bisa duduki jabatan Sekda,” tegasnya.
Menatap ke depan, proses pemilihan ini akan segera memasuki fase krusial. Bodewin memastikan akan melaporkan seluruh tahapan kepada Gubernur Maluku, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selanjutnya, nama yang terpilih akan diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan pertimbangan teknis.
Wali Kota berharap, seluruh proses administratif ini dapat rampung dalam bulan ini. Soal siapa yang akan dipilih, Bodewin tidak ingin terburu-buru.
Dirinya menekankan bahwa dalam kapasitasnya sebagai Sekkot bukan lagi sebagai staf atau kepala OPD kandidat harus memiliki visi kepemimpinan yang luas dan kemampuan eksekusi kebijakan yang tangguh.
“Sampai saat ini belum ada pilihan dan semua masih dalam pertimbangan. Pastinya saya juga sudah membangun koordinasi dengan Wakil Walikota Ambon maupun Gubernur Maluku,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, faktor usia bukanlah hambatan. Baik kandidat muda maupun senior memiliki peluang yang sama.
Pada akhirnya, keputusan akhir akan merujuk pada hak prerogatif Wali Kota dengan mempertimbangkan berbagai faktor strategis demi kemajuan birokrasi Kota Ambon.
“Intinya begini, siapapun dia tidak masalah karena mereka sama-sama memiliki kemampuan yang baik. Hari ini muda atau tua tidak masalah, dan pasti sudah ada yang dalam pertimbangan,” pungkasnya. (M13E)


Average Rating