Langgur, Malukuexpose com – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mencatat sejumlah capaian strategis dalam upaya mewujudkan daerah yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan.
Momentum evaluasi tahun pertama kepemimpinan itu disampaikan dalam peringatan satu tahun pemerintahan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (20/2/2026).
Pemerintah daerah memaparkan berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi nasional.
Memasuki tahun pertama, stabilitas ekonomi daerah dinilai tetap terjaga. Inflasi sepanjang 2025 tercatat sebesar 3,93 persen dan dinilai terkendali melalui pelaksanaan operasi pasar, pasar murah, serta Gerakan Pangan Murah pada momentum hari besar keagamaan.
Realisasi investasi bahkan tumbuh signifikan sebesar 18,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp1,84 miliar, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp60,3 miliar. Kondisi keamanan daerah yang kondusif disebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap Maluku Tenggara.
Sebagai daerah kepulauan, sektor perikanan dan kelautan terus diperkuat. Pemerintah menyalurkan bantuan sarana tangkap kepada tujuh kelompok nelayan serta dukungan budidaya rumput laut bagi puluhan kelompok masyarakat.
Langkah strategis juga ditempuh melalui kerja sama investasi budidaya rumput laut dengan Hyundai Asan Co. Ltd. dari Korea Selatan guna mendorong hilirisasi dan membuka akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah.
Di sektor pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, pengembangan lahan pangan dan hortikultura, hingga dukungan ternak ayam petelur terus disalurkan.
Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 tercatat sebanyak 134.633 orang, termasuk 9.975 wisatawan mancanegara. Promosi destinasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dalam ajang Rally Yacht Wonderful Sail to Indonesia dan Festival Pesona Meti Kei.
Kegiatan tersebut semakin mengukuhkan Malra sebagai destinasi bahari unggulan di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, di bidang kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan dari 15,68 persen pada 2024 menjadi 12,43 persen pada 2025. Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional tetap terjaga di atas 98 persen atau Universal Health Coverage (UHC). Atas capaian tersebut, pemerintah daerah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan pada Januari 2026.
Peresmian Rumah Sakit Pratama di Pulau Kei Besar pada 26 November 2025 turut memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.
Upaya pengentasan kemiskinan juga menunjukkan perbaikan, dari 21,22 persen pada 2024 menjadi 21,16 persen pada 2025. Program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan, Program Sembako, BLTS Kesra, dan rehabilitasi sosial menjangkau ribuan keluarga penerima manfaat.
Pembangunan infrastruktur dasar terus dipacu melalui penyediaan layanan air minum bagi 10 ohoi dengan 1.084 sambungan rumah, perluasan jaringan listrik bekerja sama dengan PT PLN (Persero), serta pembangunan dua unit dapur Makan Bergizi Gratis di Kei Kecil Timur dan Kei Besar Selatan Barat.
Dalam tata kelola Pemkab Malra kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut. Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Pelayanan Publik meningkat signifikan, dengan Survei Kepuasan Masyarakat mencapai angka 92,94 kategori sangat baik.
Selain itu, Malra menjadi daerah pertama di Provinsi Maluku yang menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 tepat waktu.
Berbagai capaian tersebut diraih di tengah tantangan keterbatasan fiskal akibat penyesuaian kebijakan transfer pusat.
Pemkab Malra menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, inovasi, dan pelayanan publik.(M13E)


Average Rating