Ambon, Malukuexpose.com – Teka-teki mengenai siapa yang bakal menduduki kursi nomor satu dalam birokrasi Pemerintahan Kota Ambon akhirnya terjawab secara dramatis.
Melalui proses seleksi yang ketat dan penuh dinamika sejak April lalu, Robby Sapulette resmi terpilih sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon definitif, menyingkirkan dua rival terkuatnya, Apres Gaspersz dan Stefen Dominggus.
Keputusan strategis ini diumumkan langsung oleh Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang didampingi Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, dalam sebuah konferensi pers resmi yang digelar di Ruang Vlingsingen, Pemkot Ambon, Kamis (16/07/226).
Langkah penunjukan ini terbilang berani dan tajam, mengingat proses pengisian jabatan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon ini sempat diwarnai isu polemik koordinasi dengan pemerintah provinsi.
Namun, di hadapan awak media, Wali Kota secara lugas memotong semua spekulasi miring tersebut dan menegaskan kedaulatan penuh dalam menentukan arah birokrasi kota.
Wali Kota menjelaskan, bahwa perjalanan menuju penetapan nama Robby Sapulette bukanlah proses instan atau sekadar formalitas.
Dimulai sejak pengumuman pendaftaran pada 2 April, seleksi administrasi, hingga tahapan asesmen mendalam oleh tim asesor Kementerian Dalam Negeri, Pansel menyaring empat pendaftar menjadi tiga nama terbaik.
”Ketiga nama Pak Apres Gaspersz, Pak Stefen Dominggus, dan Pak Robby Sapulette semuanya dinyatakan memenuhi syarat teknis oleh BKN, layak, dan sangat pantas. Secara pribadi, jika aturan membolehkan, saya dan Ibu Wakil Wali Kota ingin mengangkat ketiganya sekaligus. Namun, regulasi memaksa kami untuk memilih satu figur terbaik sebagai motor penggerak birokrasi,” ujar Bodewin.
Wali Kota menjabarkan, setelah memperoleh Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menyatakan ketiga kandidat lolos kualifikasi, keputusan akhir diletakkan pada penilaian objektif mengenai kapasitas kerja sama, rekam jejak integritas, serta keselarasan visi dalam mengeksekusi kebijakan daerah.
Di balik terpilihnya Robby Sapulette, konferensi pers ini juga menjadi momentum bagi Bodewin untuk memberikan klarifikasi tajam terkait pernyataan Gubernur Maluku sebelumnya mengenai mekanisme koordinasi pengangkatan Sekda.
Dirinya menegaskan tidak ada benturan regulasi maupun pembangkangan terhadap struktur pemerintahan di atasnya.
”Apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur itu sama sekali tidak salah. Setiap kepala daerah memang diwajibkan melakukan koordinasi dengan Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah ketika akan mengangkat Sekretaris Daerah. Itu amanat Pertek BKN dan peraturan perundang-undangan, dan hal itu sudah kami laksanakan secara patuh,” terangnya.
Dirinya meminta, publik maupun internal birokrasi untuk tidak lagi memelihara polemik yang tidak produktif.
“Fokus utama Pemkot Ambon saat ini adalah percepatan pembangunan dan soliditas internal kelembagaan, ” Pintanya.
Sebagai ‘tangan kanan’ yang baru, Robby Sapulette kini memikul beban berat untuk menjembatani arah kebijakan politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke dalam implementasi teknis di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Soliditas eksekusi program di lapangan menjadi ujian pertama yang harus dibuktikan oleh Sekkot Ambon Definitif.
Terkait waktu pelantikan resmi, Wali Kota memberikan sinyal bahwa prosesi sakral tersebut tidak akan ditunda-tunda demi menjaga momentum efektivitas pemerintahan.
“Proses administrasi sudah rampung secara objektif dan transparan. Pelantikan bisa dilakukan besok, atau paling lambat minggu depan,” pungkas Wali Kota Ambon menutup Konferensi pers. (M13E)


Average Rating