“Ternyata”, APMA di Balik Pembagunan Lapak-Lapak di Kawasan Terminal Mardika

MALUKUEXPOSE.COM- Ternyata, Asosiasi Pedaang Mardika Ambon (APMA) di balik pembangunan lapak-lapak di kawasan terminal pasar Mardika Ambon.

Padahal diketahui, pembongkaran dilakukan pihak perusahaan PT. Bumi Perkasa Timur,yang bertujuan untuk memperbaiki saluran got yang ada dibawah Lapak-lapak tersebut.

Namun sebelum dilakukan perbaikan dimaksud, pihak APMA justru telah melajukan pembangunan kembali Lapak-lapak yang diperkirakan berjumlah 300 lebih itu.

Lanjutnya, pembangunan dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon. Alhasil, persoalan pembangunan menimbulkan polimik antar Pedagang dan Sopir Angkutan Kota hingga melibatkan Pemerintah, baik Kota maupun Provinsi.

Hingga akhirnya, dalam Rakor yang berlangsung di Ruang Paripurna Utama Gedung DPRD Kota Ambon, Belakang Soya, Senin (27/02/23), Ketua APMA, Alham Valleo mengakui, bahwa pihaknyalah yang membangun kembali Lapak-lapak tersebut.

Dalam Rakor yang dipimpin Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta, didampingi Wakil Ketua I Geral Mailoa dan Wakil Ketua II, Rustam Latupono bersama Pj. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dan didmapingi Kapolresta Pulau Ambon dan Pp. Lease, Alham bahkan mengaku, apa yang dilakukannya, atas ijin mantan Walikota Ambon, Rhicard Louhenalessy, sejak Tahun 2011 lalu.

“Sebenarnya kita bukan membangun, kita hanya menata bangunan yang sudah ada. Dan itu kita lakukan berdasarkan ijin Pemerintah Kota Ambon sebelumnya (mantan Walikota) sejak Tahun 2011. Dengan itu, kita membangun, karena kita berpikir, Pedagang ini harus tetap berjualan,”ujar Alham dalam forum tersebut.

Sementara kehadiran PT. Bumi Perkasa Timur dalam rapat tersebut, hanya menjelaskan perihal tujuan pembongjaran lapak, yaitu untuk perbaikan got, yang hingga kini belum dilakukan. Dan juga terkait beredarnya karcis retribusi sampah dengan nila Rp. 5.000 milik pihak perusahaan.

Yang mana diakui perwakilan PT. BPT yang diketahui bernama Mochtar, bahwa karcis itu dicetak oleh salah satu karyawan perusahaan tersebut, yang telah dipecat oleh perusahaan, akibat persoalan dimaksud.

“Kita kecolongan, itu dibuat oleh oknum karyawan kita, yang kini sudah dipecat oleh perusahaan, karena hal itu,”katanya.

Sementara itu, mengingat cap yang tertera dalam karcis tersebut, adalah Dishub Kota Ambon, dengan itu, Petrus Ngeljaratan, Kapala Terminal Mardika Ambon mengatakan, bahwa itu illegal.

“Kita tidak pernah membuat cap untuk itu. Kalau soal sampah, capnya harus atas nama DLHP, bukan perhubungan. Makanya kita minta kalau ada, pihak kepolisian silakan tangkap dan poses, karena itu illegal,”tandasnya. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *