Ambon,Malukuexpose.com- Sekolah Citra Kasih menggelar kegiatan literasi digital bertajuk “Think Before You Click: Mastering Digital Literacy and Privacy in a Cyber World” di Aula Sekolah Citra Kasih, Kamis (11/6). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya berpikir kritis, menjaga privasi, serta membangun perilaku bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, hadir sebagai narasumber utama. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya prinsip “The Reasons, Why Your Thumb Needs a 3-Seconds Delay” sebagai pengingat bagi generasi muda untuk membiasakan diri berhenti sejenak sebelum mengklik, membagikan, atau merespons informasi di ruang digital.
Menurut Lekransy, kebiasaan memberi jeda beberapa detik sebelum bertindak di media digital menjadi langkah sederhana untuk memverifikasi informasi, menghindari penyebaran hoaks, serta meminimalkan risiko penipuan digital dan penyalahgunaan data pribadi. “Di ruang digital, tidak semua informasi harus langsung dipercaya atau dibagikan. Perlu ada kebiasaan untuk berpikir sejenak, memeriksa sumber, dan mempertimbangkan dampaknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok pengguna internet yang aktif, tetapi juga rentan terhadap berbagai ancaman siber, seperti cyberbullying, phishing, pencurian data pribadi, dan paparan konten negatif. Karena itu, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kesadaran terhadap keamanan digital, perlindungan privasi, serta etika bermedia sosial.
Lekransy menambahkan, edukasi literasi digital juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon melalui berbagai program strategis di bidang transformasi digital dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan penting dilakukan guna membentuk generasi muda yang cakap digital, kritis, dan bertanggung jawab.
Pihak Sekolah Citra Kasih berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa menjadi pengguna teknologi yang lebih bijak. Semangat Think Before You Click diharapkan tidak berhenti sebagai slogan edukatif, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.(M11E)


Average Rating