Jakarta, Malukuexpose.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi memfokuskan alokasi pinjaman daerah sebesar Rp300 miliar untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur vital dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Langkah ini diambil sebagai strategi “jemput bola” di tengah kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menjelaskan bahwa pinjaman ini bukan sekadar upaya menambal defisit, melainkan investasi strategis untuk mengubah wajah kota dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Sektor lingkungan menjadi prioritas utama dalam alokasi dana ini. Pembangunan TPST skala besar dianggap sebagai kebutuhan mendesak bagi warga Ambon guna mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.
Selain itu, penataan kawasan Pantai Mardika juga menjadi target utama. Kawasan yang menjadi pusat ekonomi ini akan direvitalisasi agar lebih tertata, estetik, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
”Dana ini tidak digunakan untuk belanja rutin. Fokus kami adalah proyek strategis seperti TPST dan penataan Pantai Mardika. Ini adalah investasi jangka panjang untuk estetika kota dan tata kelola lingkungan yang lebih baik,” ujar Wattimena usai RUPS Bank Maluku-Malut di Jakarta, Senin (23/02/26).
Pemkot Ambon, lanjutnya memastikan bahwa pengambilan pinjaman ini telah melalui perhitungan fiskal yang matang agar tidak membebani generasi mendatang.
Wattimena juga mengakui, bahwa pemotongan TKD dari pusat sempat menggoyang struktur APBD.
Namun, dengan membuka ruang defisit yang ditopang pinjaman daerah, Pemkot Ambon optimis pembangunan tidak akan mandeg.
”Kami harus beradaptasi. Pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena transfer pusat berkurang. Pinjaman ini adalah jalan tengah yang adil bagi fiskal daerah maupun pihak bank,” tambahnya.
Dengan suntikan dana segar ini, wajah Kota Ambon pada tahun 2026 hingga 2029 diprediksi akan mengalami perubahan signifikan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. (M13E)


Average Rating