Wujudkan “Hatukau Water Front City” , Besok “Groundbreaking” Pasar Apung Batu Merah

Ambon, Malukuexpose.com – Kawasan Pasar Batu Merah yang selama ini identik dengan kesan kumuh, semrawut, dan kemacetan parah, bakal segera bertransformasi total.

Pemerintah Negeri Batu Merah secara resmi mengumumkan pembangunan Pasar Apung bertajuk “Hatukau Water Front City”, yang merupakan sebuah proyek ambisius yang diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata dan ekonomi Kota Ambon.

​Raja Negeri Batu Merah, Aly Hatala, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan jawaban atas cita-cita masyarakat dan para pedagang untuk memiliki tempat usaha yang representatif.

​Pembangunan pasar dengan konstruksi beton permanen dua lantai ini diperkirakan menelan anggaran fantastis mencapai Rp30 hingga Rp40 miliar.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Negeri menggandeng atau menunjuk secara langsung CV. Alive To Madale sebagai mitra strategis dengan MoU di balik tangan.

Dengan tujuan bahwa pasar Apung ini akan dikembalikan setelah waktunya menjadi aset Pemerintah Negeri batu merah.

Dan untuk pembagian akan dilakukan bagi hasil dengan pengembang dari hasil retribusi pedagang.

selain itu dipastikan,​” seluruh perizinan, baik dari tingkat daerah hingga Kementerian, sudah dikantongi sejak akhir 2024. Secara finansial, pengembang pun telah siap untuk mengeksekusi proyek ini,” ujar Aly Hatala kepada awak media, Selasa (06/04/26).

​Pasar Apung ini dirancang untuk menampung sekitar 700 an lapak dengan pembagian zonasi yang tertata dari.

Lantai 1: Difokuskan untuk pasar basah, pasar kering, area buah, sembako, dan pakaian.

Lantai 2: Akan menjadi pusat gaya hidup dengan konsep Pujasera atau kafe, menawarkan pengalaman belanja dan kuliner di atas laut.

​Lanjut Hatala, groundbreaking atau peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, yang akan diresmikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

​Selain seremoni pemerintahan, prosesi ini juga akan dibarengi dengan ritual adat.

“Kami meminta keikhlasan dan restu dari para leluhur agar seluruh pekerja terhindar dari bahaya dan pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan,” tambah Aly.

​Dan untuk pedagang yang terkena dampak seperti pembongkaran lapar dari pembangunan Pasar Apung, kata Hatala akan diberikan jaminan dan akan menjadi prioritas utama.

​”Bagi pedagang yang kios atau lapak yang terdampak dari proyek ini dan yang sebelumnya sudah membayar saat proses revitalisasi, akan diberikan jaminan sebesar 50% yang akan siap dipakai sebagai DP (uang muka) untuk mendapatkan lapak di bangunan baru nanti,” jelasnya.

Dirinya juga memperkirakan, pembangunan pasar apung miliaran akan memakan waktu paling cepat dua tahun.

Mengingat lokasi proyek berada di atas laut, cuaca dan gelombang menjadi tantangan utama.

Namun, dirinya memastikan aktivitas ekonomi warga tidak akan mati total selama proses pengerjaan.

​”Pembangunan dilakukan bertahap. Kami memulai dari sisi laut, sehingga aktivitas pasar di darat tetap jalan. Kami menjamin pasar tetap hidup dan masyarakat tetap bisa beraktivitas,” pungkasnya. (M13E)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Silahkan Bagikan :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *