Ambon, Malukuexpose.com – Pelaksanaan Audisi Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Ambon tahun 2026 yang digelar di Gedung Ambon Plaza (Amplaz), Sabtu (18/04/26), diwarnai catatan merah.
Pasalnya, Camat Sirimau dan Camat Nusaniwe selaku pimpinan wilayah tidak menampakkan batang hidungnya dalam acara yang melibatkan ratusan generasi muda tersebut.
Ketidakhadiran kedua pejabat publik ini memicu kekecewaan mendalam bagi Ketua DPD LASQI Kota Ambon, Abas Rumadan.
Dalam sambutannya yang bernada tegas di hadapan peserta dan tamu undangan, Abas menyayangkan sikap tidak kooperatif para camat tersebut terhadap pembinaan seni Islami di wilayah mereka.
”Undangan sudah saya bawa dan serahkan langsung sendiri sebelum acara ini diselenggarakan. Ini adalah bentuk komitmen kami membina generasi muda, namun sangat disayangkan pimpinan wilayahnya justru tidak hadir,” ujar Abas dengan nada kecewa.
Melihat kursi kosong yang seharusnya diisi oleh kedua camat tersebut, Abas Rumadan secara terbuka meminta Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, yang hadir secara langsung untuk mengambil tindakan tegas.
”Saya meminta kepada Ibu Wakil Wali Kota agar mengevaluasi kinerja kedua camat ini. Kegiatan ini penting untuk membentengi moral anak-anak kita di Sirimau dan Nusaniwe, tapi perhatian dari pihak kecamatan justru nihil,” tegas Abas di hadapan pimpinan daerah.
Absennya kedua camat ini dinilai kontras dengan antusiasme lebih dari 100 peserta yang datang untuk memperebutkan Golden Ticket menuju tingkat kota.
Padahal, audisi ini bertujuan untuk menjauhkan remaja dari dampak negatif media sosial dan memperkuat karakter melalui seni vokal religi.
Meski tanpa kehadiran camat, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta tetap memberikan dukungan penuh terhadap acara ini.
Dalam arahannya, dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen menjadikan musik Islami sebagai bagian dari ekosistem kreatif “Ambon City of Music”.
Namun, desakan evaluasi yang dilontarkan Ketua LASQI menjadi “catatan merah” bagi birokrasi di tingkat kecamatan yang dianggap kurang peduli terhadap pengembangan talenta dan dakwah seni di Kota Ambon. (M13E)


Average Rating