Ambon, Malukuexpose.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) secara terbuka menyatakan ambisinya untuk merebut dominasi total di Ibu Kota Provinsi Maluku tersebut, yakni menduduki kursi Walikota sekaligus menguasai parlemen (Ketua DPRD) mendatang.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G. Watubun, memberikan pernyataan menukik saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kota Ambon, Sabtu (09/05/26).
Dengan nada tegas, Benhur menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk bergerak dalam satu komando yaitu Menang.
”PDI Perjuangan harus merebut kursi Walikota dan Ketua DPRD Ambon. Tidak ada tawar-menawar. Ketua DPC dan kader PDIP harus siap mental untuk bertarung dalam kontestasi tersebut,” tegas Benhur.
Dikatakan, sudah dua periode atau 10 tahun, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak berkuasa langsung baik di legislatif maupun eksekutif.
Karena itu Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah dan DPRD 2031 harus jadi momentum mengembalikan kekuasaan itu.
“Ketua DPD PDIP Kota Ambon, Benhur G Watubun”
“Saya ingatkan Kota Ambon ini sudah dua kali berturut-turut tidak lagi mendapat tampuk kekuasaan baik di pemerintahan maupun DPRD. Ini saatnya,” tegas Benhur.
Menyikapi instruksi tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Lucky Leonard Upulattu Nikijuluw, menyambut tantangan tersebut dengan analisis yang realistis namun tajam.
Baginya, kekuasaan adalah hakikat politik, namun mencapainya tidak semudah membalik telapak tangan.
”Mencapai kekuasaan itu butuh proses. Kita mulai dari penyiapan struktural hingga implementasi program untuk menginventarisir kader potensial,” ujar Lucky.
Dirinya menekankan, bahwa loyalitas di PDIP bersifat mutlak. Ketika instruksi turun, maka tidak ada ruang untuk diskusi tambahan, yang ada hanyalah eksekusi.
”Namanya instruksi itu tidak bisa diterjemahkan atau diinterpretasi, tapi siap dilaksanakan!” cetusnya.
“Ketua DPC PDIP Kota Ambon, Lucky Leonard Upulattu Nikijuluw”
Dengan adanya intruksi itu, PDIP Ambon nampaknya mulai menutup pintu bagi “penumpang gelap”.
Dirinya memberikan sinyal kuat, bahwa partai berlogo Banteng Moncong Putih ini akan memprioritaskan kader murni.
Namun, dirinya juga menyoroti istilah diplomatis yang cukup provokatif terkait tokoh di luar partai.
Jika ada tokoh potensial dari luar (kader bangsa) yang ingin diusung, mereka harus bersedia “dibaptis” menjadi kader murni PDIP.
Dan Jika, “kader internal dirasa belum mumpuni secara elektoral, partai tidak menutup kemungkinan melakukan strategi cloning politik untuk memastikan kemenangan tetap berada di tangan PDIP,” tutupnya Nikijuluw. (M13E)
Average Rating