Langgur, Malukuexpose.com – Kepala Bapedalitbangda Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Clemens Welafubun mengatakan angka kemiskinan turun tipis dari tahun sebelumnya.
Hal tesebut disampaikan saat menghadiri forum koordinasi yang dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang berlangsung di
Aula Kantor Bupati, Jalan Abraham Koedoboen, Senin (23/2/2026).
“Tingkat Kemiskinan: Hingga akhir 2025 tercatat 21,16 persen, turun tipis 0,26 poin dari tahun sebelumnya (21,22 persen), namun penurunan dinilai belum optimal sesuai target yang ditetapkan,” ujarnya.
Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga tercatat naik dari 70,70 pada 2025 menjadi 71,16, namun kenaikan tersebut masih tertinggal dibanding capaian Provinsi Maluku.
Demikian juga, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2024 mencapai 5,44%, dengan target 2025 sebesar 6,44 persen yang data resminya masih menunggu rilis statistik final.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Setelah ditekan menjadi 4,25 persen pada 2024, kembali meningkat menjadi 6,1 persen pada 2025,” kata dia.
Selain itu, dirinya juga menyoroti kondisi makro daerah yang masih menghadapi sejumlah tantangan signifikan.
“Dari tahun ke tahun indikator kita bukannya turun, tetapi cenderung naik, sementara kemampuan fiskal dan daya dorong ekonomi belum sepenuhnya mengimbangi. Pertumbuhan ekonomi menurun, inflasi meningkat, dan belanja konsumtif perlu dievaluasi,” tegasnya.
Forum tersebut difokuskan pada perbaikan kebijakan berbasis data dan informasi, dengan tahapan teknoratik menjadi langkah awal sebelum memasuki tahapan partisipatif masyarakat dan tahapan politik.
Ia juga menyebutkan bahwa RKPD 2027 harus memuat tiga muatan utama yakni, keselarasan dengan kebijakan nasional, kesinambungan visi pembangunan daerah, serta penguatan program prioritas yang realistis dan terukur.
“Jika muatan RKPD hanya mengulang jargon tanpa memperhatikan capaian aktual, maka kita akan kesulitan menjawab kebutuhan hari ini,” tandasnya.(M11E)


Average Rating