Ambon, Malukuexpose.com – Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menjadi saksi bisu lahirnya jawara baru sepak bola muda Maluku.
Dalam partai final yang sarat gengsi, Kabarezsy FC sukses menundangkan perlawanan sengit Tawiri FC dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga tersebut. Senin (25/05/26).
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Kabarezsy FC merengkuh trofi atau piala untuk sona pulau Ambon di ajang bergengsi Soekarno Cup U-17 Maluku Tahun 2026.
Turnamen kelompok umur yang diinisiasi oleh PDI-Perjuangan Se-Maluku ini atau yang akrab dikenal sebagai Liga Kampung U-17 Zona Pulau Ambon berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata.
Sejak siang hari, atmosfer di sekitar Stadion Mandala Remaja sudah terasa sangat membara.
Tribun stadion dipenuhi oleh lautan suporter dari kedua tim yang datang membawa atribut lengkap.
Sorakan, tepuk tangan hingga yel-yel kreatif dari masing-masing pendukung setia saling bersahutan tanpa henti, menggetarkan seisi stadion dan membakar semangat juang para talenta muda yang berlaga di lapangan hijau.
Pertandingan sendiri berlangsung di bawah cuaca cerah yang bersahabat dengan suhu 27°C yang memacu adrenalin dadi kedua tim.
Di bawah asuhan pelatih kepala Jimi Rengur, Kabarezsy FC langsung tampil menggebrak sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Lini depan mereka tampil sangat agresif menggempur pertahanan Tawiri FC yang dikawal oleh kiper Gabriel Oliver Lekatompessy.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, penyerang tajam Kabarezsy FC, Frento Pelupessy (9), sukses mencetak gol pembuka dan mengubah papan skor menjadi 1-0. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Tawiri FC yang dilatih oleh Reky Ur mencoba merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.
Namun, kokohnya tembok pertahanan Kabarezsy FC yang dipimpin sang kapten, Rahmat Marasabessy, membuat serangan Tawiri FC selalu kandas di tengah jalan.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Tawiri FC justru kembali kebobolan pada menit-menit krusial.
Tepat pada menit ke-73, giliran gelandang lincah M. Irfan Lestaluhu (11) yang mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil mengonversi peluang menjadi gol.
Skor berubah menjadi 2-0. Uniknya, semenit setelah mencetak gol, Irfal langsung diganjar kartu kuning oleh wasit Richat Souhuwat karena selebrasi yang dinilai berlebihan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal 2×40 menit, skor 2-0 tetap tidak berubah.
Kemenangan ini membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di bumi Maluku memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk bersaing di kancah nasional.
Dengan berakhirnya laga ini, Soekarno Cup U-17 Maluku 2026 sukses ditutup dengan meriah. (M13E)


Average Rating