Ambon, Malukuexpose.com – Rekam jejak aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum berinisial MK kembali terkuak ke publik.
Kali ini, seorang guru yang bertugas di SD Negeri 82 Kota Ambon, Kristian Souhuken, bersuara setelah menjadi korban dugaan pemerasan dan penipuan oleh pelaku yang bermodus memiliki kedekatan dengan pejabat daerah.
Dalam melancarkan aksinya, MK menyasar korban yang sedang dirundung masalah dan mengklaim dirinya merupakan orang dekat Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
“Dia bilang dirinya dekat dengan Wali Kota, dan bisa bantu urus persoalan yang beta (saya) hadapi. Makanya beta percaya dan serahkan uang itu,” ungkap Kristian kepada wartawan di Ambon, Rabu (20/05/26).
Aksi pemerasan ini diketahui terjadi sekitar bulan Februari 2026 lalu. Pelaku MK secara berkali-kali mendesak korban untuk menyerahkan sejumlah uang dengan berbagai alasan, terutama dikaitkan dengan biaya operasional guna memperlancar proses pengurusan masalah.
Akibat tekanan psikologis dan bujuk rayu tersebut, Kristian terpaksa menyerahkan uang yang secara akumulatif mencapai lebih dari Rp1,5 juta.
Ironisnya, dana tersebut merupakan tabungan yang dikumpulkan korban secara bertahap untuk biaya kuliah anaknya.
Kondisi ekonomi keluarga Kristian kini menjadi sangat terpuruk dan kesulitan. Dampak paling menyedihkan, anak korban terpaksa harus menghentikan sementara perkuliahannya akibat dana pendidikan yang habis dikuras pelaku.
“Guru SD 82 Ambon, Kristian Souhuken”
“Uang itu sebenarnya beta siapkan untuk biaya kuliah anak. Tapi karena dia terus mendesak dengan alasan demi kepentingan penyelesaian masalah, akhirnya beta kasih juga. Anak beta sampai harus berhenti kuliah dulu,” ujar Kristian.
Memperkuat kebohongannya, MK tidak hanya menjual nama Wali Kota Ambon, Pelaku juga menyeret nama ajudan Wali Kota serta seorang pengacara bernama Jhon untuk meyakinkan korban bahwa uang tersebut akan dibagi kepada mereka sebagai komitmen pengurusan masalah.
“Dia bilang nanti uang itu sebagian diserahkan untuk ajudan Wali Kota Ambon, jadi beta pikir memang benar ada urusan resmi yang sedang dibantu,” jelasnya.
Sementara itu, Kristian sangat berharap aparat penegak hukum dapat segera bergerak cepat mengusut tuntas persoalan ini secara serius agar tidak ada lagi warga Ambon lainnya yang menjadi korban penipuan serupa.
“Beta berharap, pihak kepolisian bisa segera usut dan ungkap persoalan ini sampai ke akar-akarnya, supaya jangan ada lagi korban-korban lain yang tertipu dan dirugikan seperti yang beta alami,” tegas Kristian. (**)
Average Rating